Syarat sah shalat

Syarat Sah Shalat dan Syarat Wajib Shalat yang Wajib Diketahui

Tuntunan Sholat – Syarat Sah Shalat dan Syarat Wajib Shalat. Yang dimaksud syarat dalam BAB SHOLAT ialah sesuatu yang menjadi penentu sah atau tidaknya Sholat. Namun bukan bagian dari Shalat itu sendiri. Berbeda dengan rukun shalat yang merupakan memang bagian dari sholat.

Kemudian, syarat dalam bab shalat ini dibagi menjadi dua, yakni syarat wajib shalat dan syarat sah shalat. Syarat wajib shalat ini merupakan syarat pokok sebagaimana syarat-syarat yang ada pada ibadah lainnya. Yakni meliputi tiga hal:

  1. Islam
  2. Baligh, dan
  3. Berakal.

Tiga hal ini biasa disebut juga sebagai Mukallaf. Yakni yang menjadikan seseorang dibebani syari’at, dan dituntun untuk mengamalkannya serta terikat dengan hukum-hukumnya.

Sedangkan syarat sah shalat adalah syarat yang berkaitan langsung dengan sholat itu sendiri. Artinya syarat ini harus dipenuhi sebelum seseorang memulai sholat. Yakni ada 5:

  1. Suci dari najis: Badan, pakaian dan tempat
  2. Suci dari hadats kecil dan hadats besar
  3. Menutup aurat. Laki-lai: Dari pusar sampai lutut. Wanita: Seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan.
  4. Sudah masuk waktu sholat sesuai ketentuan waktunya masing-masing
  5. Menghadap ke arah Qiblat

Syarat Wajib Shalat

Syarat wajib shalat adalah suatu kedudukan atau keadaan yang menjadikan seseorang wajib untuk melaksanakan sholat. Artinya, jika seseorang telah beragama Islam, Baligh, dan Berakal Sehat. Maka ia terkena tuntutan wajib melaksanakan sholat.

1. Islam

Syarat pertama menjadi Islam adalah dengan mengucapkan dua kalimah syahadat: 1) Syahadat Tauhid (ASY-HADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH) 2) Syahadat Rasul (WA ASY-HADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLAAH).
Islam yang sempurna adalah sebagaimana Sabda Nabi:

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَحَجِّ الْبَيْتِ وَصَوْمِ رَمَضَانَ ” رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Islam dibangun di atas lima: 1) Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah 2) Mendirikan Sholat 3) Mengeluarkan zakat 4) Haji ke Baytullah, dan 5) Puasa pada bulan Ramadhan.

2. Baligh

Baligh artinya telah mencapai batas berlakunya kewajiban syari’at bagi seorang Muslim. Sebelum memasuki usia baligh, seorang anak belum terkena tuntutan menjalankan syari’at secara sempurna. Namun bagi orang tua tetap wajib melatihnya menjalankan syariat meskipun belum memasuki usia baligh.

Tanda baligh untuk anak laki-laki dan perempuan ada yang sama dan ada yang berbeda. Berikut adalah tanda-tanda baligh:

  • Telah sempurna usia 15 tahun bagi anak laki-laki maupun perempuan berdasarkan kalender Hijriyah
  • Keluar sperma setelah memasuki usia 9 tahun berdasarkan kalender Hijriyah. Bagi laki-laki maupun perempuan. Baik keluarnya karena mimpi basah atau yang lainnya
  • Haid atau menstruasi bagi anak perempuan yang telah memasuki usia 9 tahun secara perkiraan

3. Berakal Sehat

Berakal sehat artinya seseorang memiliki akal yang sempurna, tidak gila, mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Syarat Sah Shalat

Syarat sah shalat ada 5, yakni:

1. Suci dari Najis

Suci dari najis adalah syarat bagi seseorang yang akan melaksanakan sholat agar shalatnya sah. Yakni suci dari najis baik dari segi badan, pakaian, dan tempat ia melaksanakan sholat. Najis sendiri ada tiga, yakni najis mukhofafah, najis mutawasithoh, dan najis mugholadzoh.

2. Suci dari Hadats Kecil dan Hadats Besar

Seseorang dianggap berhadats selagi ia belum bersuci. Maka bagi seseorang yang akan melaksanakan shalat terlebih dahulu berwudhu agar ia suci dari hadats. Hadats sendiri ada dua, yakni hadats kecil dan hadats besar. Cara menghilangkan hadats kecil adalah dengan cara berwudhu. Dan cara menghilangkan hadats besar adalah dengan mandi wajib.

Berikut adalah empat hal yang termasuk dalam hadats kecil:

  • Keluarnya sesuatu dari salah satu jalan dua (dubur dan qubul) kecuali sperma
  • Hilangnya akal, baik karena tidur, gila, mabuk, atau yang lainnya
  • Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang sama-sama besar dan bukan mahrom tanpa adanya penghalang
  • Menyentuh qubul atau dubur manusia dengan menggunakan telapak tangan

Sedangkan yang termasuk dalam hadats besar dan diwajibkan mandi adalah sebagai berikut:

  • Keluarnya sperma, entah karena ihtilam (mimpi basah) atau yang lainnya
  • Berhubungan badan, meskipun tidak keluar sperma
  • Selesai dari haid
  • Selesai dari nifas
  • Melahirkan
  • Meninggal

Keenam hal di atas adalah sesuatu yang mewajibkan seseorang untuk mandi wajib.

3. Menutup Aurat

Batas aurat laki-laki adalah antara pusar sampai lutut. Dan batas aurat bagi wanita adalah seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan.

4. Sudah Masuk Waktu Sholat

Syarat sah shalat yang ke 4 adalah telah memasuki waktu shalat yang akan dikerjakan. Shalat tidak sah jika dikerjakan sebelum waktunya.

5. Menghadap ke Arah Qiblat

Syarat sah shalat selanjutnya adalah shalat dilaksanakan dengan menghadap qiblat (Ka’bah).


Dirangkum dari:
1] Syekh Muhammad bin Qasim, Fathul Qarib
2] Salim bin Sumair Al-Hadlrami, Safiinatun Najah

Leave a Reply